Dewan Perwakilan Rakyat itulah nama lembaga Negara ini berisi orang-orang berdasi serta katanya berpendidikan legislasi,budgeting serta controling itulah fungsinya dipili langsung oleh masyarakat yang selanjutnya disebut konstituen.
Reformasi yang digulirkan 12 tahun silam telah membuka mata masyarakat tentang apa itu demokrasi.Berbagai elemen masyarakat kini hampir tahu apa tugas dan fungsi dari setiap lembaga Negara.Namun syang hal ini tidak di ketahui oleh para anggota Dewan yang mudah-mudahan di hormati.Mereka tidak mengetahui tugas dan fungsinya sebagai controller terhadap pemerintah.DPR seharusnya berfungsi sebagai pengontrol akan kebijakan yang diambil oleh pemerintah bukan pendukung terhadap pemerintah.Namun kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya,posisi pemerintah akan sangat aman apabila didukung oleh perolehan suara pemilu yang banyak mengantarkan anggotanya di parlemen.
Saya bukan orang yang mengerti tentang politik dan tugas serta fungsi setiap lembaga Negara.Namun yang saya herankan kenapa katanya DPR berfungsi sebagai contoller terhadap pemerintah,tapi faktanya DPR justru berfungsi sebagai pendukung akan kebijakan pemerintah sehingga fungsi kontrolnya hilang.Bahkan yang paling miris munculnya jin yang bernama SETGAB yangjustru jadi tempat berkumpulya partai pendukug pemerintah,bukan sebagai pengontrol pemeritah.kalau begitu pertanyaan saya sebagai orang bodoh “buat apa ada DPR toh gak berfungsi sama sekali” kalo hanya ada lembaga pendukung pemerintah sudah saja bikin lembaga Dewan Pendukung Pemerintah (DPP) bukan Dewan Perwakilan rakyat…ah dasar Negara Transaksional
23 Februari 2011
05 Maret 2010
MUSTAHIL PD "CERAIKAN" PARTAI KOALISI
Pasca berakhirnya masa kerja Pansus Angket Century yang berakhir dengan paripurna DPR yang memilih opsi C,muncul spekulasi-spekulasi terkait nasib partai koalisi yang terkesan "nakal" akan di depak dari komposisi koalisai SBY.partai politik seperti Golkar dan PKS dan juga PPP yang pada detik-detik terakhirnya memilih untuk menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran dalam bailout Century di nilai oleh sebagian besar pengamat politik akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.Hal ini didasarkan dari beberapa pernyataan pimpinan PArtai Demokrat yang seolah "mengintimidasi"partai koalisi untuk sependapat dengan Demokrat.
Namun menurut saya mustahil bagi partai Demokrat berani untuk "menceraikan" partai-partai Koalisi seperti Golkar dan PKS,sebab bagaimanapun Demokrat membutuhkan dua Partai ini untuk mengawal; pememrintahanya sampai dengan 2014 nanti.SBY bukanlah orang yang gegabah dalam mengambil keputusan ia di kenal cermat dan hati-hati tentu dia sudah mengukur baik dan butuknya apabila ia mendepak PKS dan Golkar dari koalisi.SBY menilai,berkoalisi saja PKS dan Golkar sudah "galak"apalagi apabila mereka di depak dari koalisi tentu akan semakin menjadi,hal itu tentunya disadari benar oleh SBY sebagai nakhoda koalisi.Ia tidak mau menceburkan diri ke laut.
Sikap kritis Golkar dan PKS telah membuat SBY dilema dalam mengambil keputusan disisi lain ia ingin pemerintahanya di dukung parlemen tapi juga ia sulit apabila sering di kritik oleh partai koalisi,namun pada akhirnya Demokrat dan SBY mustahil mendepak Golkar dan PKS sebab ia punya itung-itungan matang daripada semakin di "jaili" PKS dan Golkar apabila mereka di depak,lebih baik sedikit di gigit tapi tak terlalu sakit .
Namun menurut saya mustahil bagi partai Demokrat berani untuk "menceraikan" partai-partai Koalisi seperti Golkar dan PKS,sebab bagaimanapun Demokrat membutuhkan dua Partai ini untuk mengawal; pememrintahanya sampai dengan 2014 nanti.SBY bukanlah orang yang gegabah dalam mengambil keputusan ia di kenal cermat dan hati-hati tentu dia sudah mengukur baik dan butuknya apabila ia mendepak PKS dan Golkar dari koalisi.SBY menilai,berkoalisi saja PKS dan Golkar sudah "galak"apalagi apabila mereka di depak dari koalisi tentu akan semakin menjadi,hal itu tentunya disadari benar oleh SBY sebagai nakhoda koalisi.Ia tidak mau menceburkan diri ke laut.
Sikap kritis Golkar dan PKS telah membuat SBY dilema dalam mengambil keputusan disisi lain ia ingin pemerintahanya di dukung parlemen tapi juga ia sulit apabila sering di kritik oleh partai koalisi,namun pada akhirnya Demokrat dan SBY mustahil mendepak Golkar dan PKS sebab ia punya itung-itungan matang daripada semakin di "jaili" PKS dan Golkar apabila mereka di depak,lebih baik sedikit di gigit tapi tak terlalu sakit .
03 Februari 2010
SBY RAPAT,APA YAG DI BAHAS??
Hari ini Presiden SBY mengumpulkan semua Gubernur Se-Indonesia di Istaa Boor.Pengumpulan ini guna membahas permaslahan Bangsa yang terjadi,serta mengharapkan adanya percepatan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.hal ini tentu untuk merealisasikan berbagai kebijakan yang selama ini belum terasa hasilnya.Selain membahas maslah-masalah di daerh dalam pertemuan ini juga di bahas tentang etika berdemokrasi yang belakangan ini dilarasakan Presiden kurang di kedepankan,terlebih sat demo 28 Januari lalu seekor kerbau ikut pula berdemo.
Apakah hal ini merupakan niat nyata untuk melaksanakan program kerja,atau hanyalah pengkonsolidasian terkait maslah-masalah yang kini tengah ramai di bicarakan,yang berujung pada isu pemakzulan Presiden.
Seperti di ketahui,pansus Century mulai mencium adanya pihak-phak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan bailout sebesar Rp.6,7 triliun yang di sinyalir merugikan uang negara.salah satunya adalah wakil presiden Boediono yang tidak mungkin mengarah pada Presiden.
Belakangan ini preside acap kali mengeluarkan statment yang sesungguhnya tidak perlu di lontarkan oleh seorang kepala Negara,hingga para kalangan menyebutnya SBY doyan curhat.Mungkinkah pertemuan ini terkait isu tersebut?
Apakah hal ini merupakan niat nyata untuk melaksanakan program kerja,atau hanyalah pengkonsolidasian terkait maslah-masalah yang kini tengah ramai di bicarakan,yang berujung pada isu pemakzulan Presiden.
Seperti di ketahui,pansus Century mulai mencium adanya pihak-phak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan bailout sebesar Rp.6,7 triliun yang di sinyalir merugikan uang negara.salah satunya adalah wakil presiden Boediono yang tidak mungkin mengarah pada Presiden.
Belakangan ini preside acap kali mengeluarkan statment yang sesungguhnya tidak perlu di lontarkan oleh seorang kepala Negara,hingga para kalangan menyebutnya SBY doyan curhat.Mungkinkah pertemuan ini terkait isu tersebut?
01 Februari 2010
BERKAT SOEHARTO LAH REFORMASI INI ADA...
Berangkat dari pansus Century kini masyarakat sangat akrab dengan istilah "makzul" kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi(MK),Jimly,istilah itu tidak ada dalam istilah hukum kita,ini adalah kata adopsi dari bahasa Arab yang artinya kurang lebih sama dengan impeachment yaitu upaya menurunkan presiden dari kekuasaannya.Kini istilah itu menjadi barang "murah"yang tiap hari bisa didengar oleh masyarakat luas.Baik di media,televisi,bis kota,warung makan,sekolah hingga pasar tradisional pun mendengar istilah itu,yang walaupun mungkin mereka tidak mengerti apa itu pemakzulan.Ya berkat informasi yang kian hari kian lugas dan bebas masyarakat mendapatkan semua itu.
Ya media kini memang bebas mereka diatur oleh UU yang merupakan landasan mereka dalam menyampaikan informasi,setelah bertahun-tahun dikekang kini masyarakat dapat menikmati dan mendapatkan pelajaran serta informasi dari berbagai sudut.
Adalah Presiden kedua Republik Indonesia,Soeharto,yang dikenal otoriter dan "galak"terhadap pemberitaan miring yang menyangkut dirinya dan kekuasaannya yang menginspirasi semua elemen bangsa untuk mengadakan reformasi di berbagai sektor,sehingga kini tidak ada lagi istilah "pembredelan" media.Semua orang kini bebas berpendapat dan berbicara bahkan tidak sedikit yang "memaki" orang lain,bahkan kepala negara pun kini bebas di bicarakan oleh semua orang.Andaikata Soehartosang otoriter tidak menerapkan sistem sesuai keingnannya pasti kita tidak akan mengenal istilah Reformasi,juga mungkin kita tidak akan seantusias inidalam menyikapi berbagai hal,sebab hal seperti ini bukanlah barang baru bagi kita.Berkat Soeharto lah Reformasi ini ada,kita wajar berterima kasih kepadanya
Adalah Presiden kedua Republik Indonesia,Soeharto,yang dikenal otoriter dan "galak"terhadap pemberitaan miring yang menyangkut dirinya dan kekuasaannya yang menginspirasi semua elemen bangsa untuk mengadakan reformasi di berbagai sektor,sehingga kini tidak ada lagi istilah "pembredelan" media.Semua orang kini bebas berpendapat dan berbicara bahkan tidak sedikit yang "memaki" orang lain,bahkan kepala negara pun kini bebas di bicarakan oleh semua orang.Andaikata Soehartosang otoriter tidak menerapkan sistem sesuai keingnannya pasti kita tidak akan mengenal istilah Reformasi,juga mungkin kita tidak akan seantusias inidalam menyikapi berbagai hal,sebab hal seperti ini bukanlah barang baru bagi kita.Berkat Soeharto lah Reformasi ini ada,kita wajar berterima kasih kepadanya
26 Januari 2010
Presidenku Suka "mengadu"
Mungkin memang semua orang takut apabila jabatannya hilang,erlebih ia perjuangkan dengan materi yang tak sedikit.Apapun pasti akandilakukan demi mempertahankan jabatannya walau sampai titik darah pengahbisan.Namun pantaskan bila seorang pejabat harus banyak mengadu dan mempunyai rasa ketakutan yang keterlaluan?
Adalah Presiden Republik Indonesia beberapa kali ia kerap melontarkan kata-kata atau pernyataan yang bernada "takut" bahwa posisinya tengah terancam,ketika Bom Kuningan meledak ia pun mengadu bahwa ada yang tak suka kepadanya,ada demo takut kalau dirinya akan dilengserkan sekarang ada pansus takut ia akan di makzulkan,sungguh pemandangan yang kontras.Betapa tidak,ketika pemiliha presiden lalu ia di pilih oleh 60% lebih rakyat Indonesia,tapi ko sekarang takut?
Apabila memang ia di dukung oleh 60% rakyat republik ini,mengapa ia mesti takut.Kemana rakyat yang dulu memilihnya,apakah ia akan diam begitu saja?kalau memang dukungannya murni dari hati mereka,tentu mereka akan mempertahankan presidennya untuk tidak di usik oleh siapapun,mengapa mesti takut?terkecuali apabila suaranya hasil "membeli"baru harus takut sebab dulu milih karena ada duitnya,tapi sekarang tentu tak akan bela lagi.hah sungguh ironi politisi-politisi tanah air ini,jabatannay mau tapi mempertanggung jawabkannya takut dasar......
Apabila memang ia di dukung oleh 60% rakyat republik ini,mengapa ia mesti takut.Kemana rakyat yang dulu memilihnya,apakah ia akan diam begitu saja?kalau memang dukungannya murni dari hati mereka,tentu mereka akan mempertahankan presidennya untuk tidak di usik oleh siapapun,mengapa mesti takut?terkecuali apabila suaranya hasil "membeli"baru harus takut sebab dulu milih karena ada duitnya,tapi sekarang tentu tak akan bela lagi.hah sungguh ironi politisi-politisi tanah air ini,jabatannay mau tapi mempertanggung jawabkannya takut dasar......
Langganan:
Postingan (Atom)